Selasa, 07 November 2017

#6 Komunikasi Produktif

Hari ke 6 Komunikasi Produktif

Menggunakan kalimat tunggal memang perlu latihan terus menerus. Berlatih dan konsisten untuk intonasi. Intonasi ini yang banyak dipengaruhi emosi saya.
Apalagi di saat waktu kasib. Pagi hari adalah waktu kasib/sibuk bagi saya. Termasuk di saat semua pasukan saya merengek atau minta diperhatikan di waktu yang sama.
Mengontrol setelah melakukan sesuatu itu yang kadang terlewati.
Seperti setelah magrib sebelum mengaji Rifi membereskan buku pelajaran untuk esok hari. Kalau tidak diingatkan, buku yang hari ini pasti tergelatak di atas meja belajar.
Hari ini, sebelum tidur..
Mama : Rifi sudah sholat?
Rifi : Udah ma
Mama : Sekarang gosok gigi dan bereskan tempat tidur.
Setelah gosok gigi, masih belum beranjak ke kamar untuk tidur.
Mama : Ayo mama bantu bereskan kasur.
Setelah ini mama minta tolong Rifi rapikan buku yang di atas meja ya.
Sebelumnya sudah saya ajari cara menyusun buku di rak buku.
Rifi suka rapi atau tidak.
Rifi : Rapi maa..
Mama : Naaah kalau mau rapi dan bersih, setelah salin buku langsung dirapikan yaa... Mama juga senang kalau rifi bisa merapikan sendiri buku2 nya. Paham nak? Hal seperti ini perlu, supaya Rifi terbiasa rapi. Pintarr anak mama
Rifi : Iya ma... Sambil tersenyum senang
Naah disaat kasib, action nya tidak saya pantau dan nilai. Padahal nilai yang berupa pujian sedikit itu membuat dia senang. Semoga saya bisa konsisten menarik nafas dalam2 untuk meredam emosi agar bisa menghasilkan komunikasi yang produktif.

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar